Friday, August 22, 2008

Festival Langen Carita

Rupanya tiap tahun Pemkot Yogyakarta mengadakan festival ini. Diadakan dalam rangka ulang tahun kota dan antar kecamatan, berarti ada 14 kecamatan. Festivalnya sendiri berlangsung tiga hari, 22 – 24 Agustus. Dengan iringan gamelan, tiap peserta membawakan satu petikan cerita rakyat, diiringi tembang dolanan atau percakapan dalam bahasa Jawa.

Tahun ini Jessie diajak berperan serta dalam tim sanggar sebagai wakil dari Kecamatan Tegalrejo. Waktu latihan 3 minggu sebelum pentas 22 Agustus. Tiap minggu 2 kali latihan @ 1,5-2 jam. Ternyata keikut sertaan begini ini di satu sisi memperkaya jiwanya, tetapi di sisi lain juga menghabiskan fisiknya. Lelah tapi riang, susah juga mencandranya.

Setelah latihan yang menguras energi itu, tibalah hari pentas. Datang ke sanggar sejak pk 06.30, lalu berdandan dan memakai ksotum. Sampai di tempat pementasan pk 09.50. Begitu datang, daftar ulang, lalu tunggu kira-kira 38 menit, langsung deh pentas. Deg-degan juga ngeliat anak-anak ini pentas. Latihan berulang-ulang dengan pengarahan yang oke, rupanya memantapkan mereka bertanding. Cerita yang diusung adalah Bandung Bondowoso.

Kali ini Jessie kebagian peran sebagai bidadari, yang mengantarkan Bandung Bondowoso setelah ‘dicemplungin’ ke kawah Candradimuka oleh Batara Narada. Lalu keluar sekali lagi waktu pengangkatan Batara Narada ke Kahyangan.

Menurut salah satu pelatih, kalau masuk 3 besar, setiap anak mendapatkan sertifikat dari Dinas, yang dapat digunakan untuk menambah poin waktu masuk SMP nanti. Berguna nggaknya tuh sertifikat dilihat nanti aja, yang penting udah ikut dalam ranah seni di tingkat kota.

Nih dia, Jessie sebelum pentas bersama si Bandung Bondowoso. Lalu waktu mau menari di belakang Batara Narada, sebelum pengangkatan.

(reported by mommy)

Sunday, July 27, 2008

Partisipasi Adik Kelas

24 Juni adalah hari terakhir bagi siswa kelas 6 SD di Sekolah Kristen Kalam Kudus. Rasanya agak aneh datang kembali ke sekolah yang selama ini seolah menjadi rumah kedua, begitulah yang terbaca dari raut muka beberapa anak kelas 6 SD.

Sebagai sekolah yang baru pertama kali meluluskan anak didiknya, kelulusan 100% adalah hasil yang luar biasa. Bahkan, di Yogya Barat sekolah ini termasuk dalam lima besar. Tak heran jika wajah kedua puluh murid kelas VI begitu berseri-seri.

Setelah perjuangan keras yang membuahkan hasil memuaskan, acara penyerahan kembali murid dari sekolah kepada orangtua terasa sebagai penutup yang manis. Kegembiraan itu menular kepada adik-adik kelasnya, sehingga dalam acara perpisahan ini beberapa adik kelas menyumbangkan acara.

Dalam kesempatan ini Jessie juga turut menyumbangkan tari Pangpung. Uniknya, tarian ciptaan Didi Nini Thowok ini bukan hanya kental dengan nuansa Jawa tetapi juga ada inspirasi India di dalamnya. Karena tari ini menggambarkan dunia bermain anak, maka gerakannya pun lincah dan bersemangat. Tak percuma kalau iringan tari ini digarap oleh Alm Ki Narto Sabdo. Keceriaan dunia anak betul-betul terlihat dari setiap gerakannya..

Ternyata tarian Jessie ini juga sempat dilihat oleh Ibu Pengawas TK-SD di kawasan Tegalrejo. Beliau mengangguk-angguk saat deskripsi tarian ini dibacakan. Lumayanlah, jadi sekolah ini juga memberi tempat pada kesenian tradisional.

(Reported by Mommy)

Tuesday, July 15, 2008

Ketemu Kak Herry

Kalo kita dalam perjalanan atau pokoknya kalo di mobil, mami sering pasang radio Sonora. Acara yang paling aku senangi itu kalo hari Minggu jam empat. Itu acara anak-anak dan pembawa acaranya lucuuuu… sekali.

Waktu ada Gramedia Fair kemaren, ada stand radio Sonora. Aku minta sama mami supaya ke sana dan lihat yang namanya Kak Herry, abis aku kan udah sering denger namanya. Aku pengen juga liat kayak apa orangnya, tinggi nggak badannya, gemuk nggak, pokoknya yang kira-kira cocok sama suaranya.

Nah, kesampean deh ketemu Kakak Herry. Ternyata orangnya nggak terlalu gede dan sama lucunya dengan Kak Herry yang siaran. Aku diminta maen piano di telepon, nanti didengerin sama anak-anak yang putar acara itu. Aku manggut-manggut aja, tapi aku malu.

Aku tetep dengerin acaranya Kak Herry sih, tapi jarang-jarang ikutan. Lebih enak sambil ngerjain apa gitu dan mendengarkan teman lain yang masuk ke acara itu. Tapi, kalo aku lagi kepengen, aku tinggal telepon aja, pasti masuk. Biasanya aku kirim buat temen-temen di sekolahku dan juga temen-temen Sekolah Minggu.

Saturday, July 05, 2008

Arung Jeram Campur Aduk 1

Kemarin hari Sabtu tanggal 28 juni 2008, aku pergi ke Purwodadi naik arung jeram, aneh,kan? Sebenernya sih aku nggak naik arung jeram, tapi aku naik mobil yang ngelewatin jeglong-jeglong.

Aku namain kisah nyata ini adalah arung jeram campur aduk karana rasanya ada bermacam-macam. Ada rasa sakit karena kejeduk-jeduk waktu mobil ngelewatin lobang. Terus rasa takut, kalau nggak sampai di Purwodadi Grobogan. Ada lagi rasa senang karena naik arung jeram daratan,lalu rasa tegang karena jalan lobanggg-lobangggg,lalu rasa susah karena susah mengendalikan tawa.

Oh iya aku lupa ngenalin tante, temennya mamiku dan teman baruku.Temennya mamiku ini namanya Tante Mega, lalu anaknya namanya Dunatta, dipanggilnya Atta. Dia baru naik ke kelas dua dan umurnya mo 7 tahun.

Selain susah ngendaliin tawaku, mamiku juga susah ngendaliin setirnya karena mo ngindarin lobang jahat itu,Huh.

Perjalanan di mulai lalu aku tertidur lalu begitu tiba-tiba derrrr terdengar seperti suara ledakan tapi sebenernya bukan ledakan melainkan ban mobilku yang masuk ke lubang-lubang. Aku hampir menangis lalu tiba-tiba Atta berteriak, “Yuhuuuuu naek arung jeram. Aku suka sekali, big adventure ya kak?” Jadinya aku nggak jadi nangis deh.

Akhirnya sampe ke Purwodadi aku dan Atta ketawa-ketiwi, padahal aku liat sih kayaknya mamiku rada tegang juga. Pulangnya aku sama Atta agak kecewa karena nggak lewat jalan lobang-lobang lagi. Tapi, oh ya ampyunnnn….. mobilnya maen sliding. Jalanannya mulus banget, tapi naek turun. Keluar-keluar udah di Solo. Begitu keluar dari jalanan sliding aku jatuh tertidur. Bagun-bangun udah sampe Klaten, karena Atta sama mamanya turun di Klaten.

Sunday, June 22, 2008

Kezia Menginap

Aku seneng karena tiba-tiba Kezia mau nginap di rumahku. Janjiannya sih udah lamaaa…., tapi nginepnya baru tanggal 21 Juni. Yang aku kaget, biasanya temenku kalo nginep cuma satu hari, Kezia maunya nginep 3 hari! Wah, seru deh, bisa ngapa-ngapain nih sama-sama.

Malem pertama aku dan Kezia nggak bisa tidur, terus mami ambil lampu kecil dan memerintahkan kami supaya tidur, karena besok mau sekolah minggu dan Kezia mau lomba menggambar di UGM. Abis deh waktu aku dan Kezia cerita-cerita.

Hari ini puas deh aku maennya. Kita maen donal bebek, bertiga sama tetanggaku yang masih kecil. Jadinya aku sama Kezia musti nunduk-nunduk supaya de Cinta nyampe ngenain tangannya. Terus mami nyuruh aku sama Kezia nyiremin taneman, tapi aku nyiremnya cuman dikit, capek sih. Papi ngusulin aku sama Kezia maen biliar en badminton. Puas beneer….

Wednesday, June 18, 2008

Latihan Renang

Selasa kemaren, Jessie betul- betul ikut latihan kelompok besar. Biasanya jam renang terbatas dari 16.30 sampai pk 17.45, karena maminya rapat pk 19.30. Karena kemaren nggak ada rapat, renang diteruskan.

Ternyata latihan renang dengan kelompok besar, luar biasa capeknya. Dan berguna juga beli kaki katak (di sini nyebutnya kepet). Gerak renang gaya bebas dan gaya dolphin dibetulkan gurunya.

Gaya bebas memendek 16x, gaya dolphin memendek 8x. Terakhir memanjang bebas- dolphin.

Kemaren renangnya bersama teman-temannya yang akan ikut lomba, jadi tahu bahwa satu gaya ditempuh 3x memendek lalu waktunya harus di bawah 50 detik. Kalau masih di atas itu, sudah pasti kalah. Lalu, renang gaya bebasnya kalau bisa ambil napas hanya satu kali, supaya tidak menyia-nyiakan detik yang ada.

Jessie bolak-balik mengutarakan kalau capek. Gurunya dengan santai menjawab, “Ya sudah, istirahat dulu, biar yang lain jalan dulu.”

Pulang renang makannya jadi banyak banget, saking laparnya. Baru tahu dia kalau jadi atlit, latihan nggak bisa maen-maen.

(reported by mommy)

Monday, May 12, 2008

Libur

Tiba- tiba kemarin ada pengumuman kalo aku bakalan libur dari Selasa – Jumat. Masuk lagi hari Sabtu, itu juga cuman sampe jam 09.30. Soalnya, kakak- kakak kelas 6 pada ujian, jadi ade-adenya diliburin deh.


Aku mau ngapain ya? Kayaknya sih bakal disuruh mami latihan piano setiap hari deh. Mamiku kan ikut ke dalam kelas kalo aku les piano, jadi dia tau betul aku dapet peer apa, musti latihan yang mana. Kadang-kadang aku kesel juga karena nggak bisa menghindar. Mungkin aku emang musti digituin ya supaya belajar sungguh-sungguh.


Apa aku nonton tivi ya? Tapi bosen juga karena acaranya ya itu-itu aja. Paling demen sih kalo nonton kontes nyanyi di Indosiar, tapi papi bilang guyonan mereka suka kasar dan nggak mendidik. Paling ya nonton bulutangkis deh, sekeluarga nonton semua.

Soalnya ngumpung ada pertandingan. Semuanya pasti tau dong kalo ada dua macem permainan dalam badminton? Yaitu THOMAS CUP & UBER CUP.

Thomas Cup itu untuk yang laki-laki, dan yang Uber Cup untuk perempuan. Tapi lucu ya….kok dinamain cup bukan corn aja ya....

Itu kalau yang Thomas Cup tayangnya di Trans TV, tapi kalau yang Uber Cup pasti di Trans tuju. Tapi sori ya, walaupun suka aku nggak tau jadwal main. Tadi aja aku denger di radio bahwa Thomas dan Uber Cup masuk ¼ final.

Pikir-pikir, aku mau nyicil belajar aja ah, supaya UKK nanti nggak repot. Siapa tau aku bisa juara kelas….

Saturday, May 10, 2008

Main Bilyard

Hari ini aku tiba- tiba pengen maen bilyard. Mula- mula aku mau ngajakin papi ke Diamon untuk maen bilyard di sana. Tapi mami ngingetin aku untuk maen aja di rumah, jadi nggak usah keluar rumah dan bayar mahal-mahal.

Jadi deh, sore ini dari 16.30-18.30, aku maen bilyard sama papi. Aku kalah sih,tapi itu jadi satu catatan bagiku yaitu kalau main menang atau kalah itu sama.

“Sebenernya aku mau berhenti and menyerah aja soalnya aku kena mines terus kok,” kataku kepada papiku .Lalu tiba-tiba papiku tertawa sambil berkata begini, “Orang itu harus menerima kekalahan dengan sabar and orang menang tidak boleh sombong.”

Dan akhirnya aku nggak jadi berhenti main deh sambil maen terus dengan semangat.

Ternyata kalo maen bilyard bisa dijadiin latihan penjumlahan and pengurangan.
Soalnya dalem bilyard, kadang-kadang kita harus memakai matematika lho…..
Jadi menurut pendapatku aku harus hafal penjumlahan dan tak lupa dengan pengurangan.

Selaen itu aku harus banyak minum VITAMIN supaya badanku cepet tinggi. Jadi nanti bisa maen di meja bilyard orang dewasa.

Wednesday, May 07, 2008

Di rumah aja

Kemarin badanku pegel- pegel. Soalnya aku sama temen-temen ngerancang tarian / break dance deh untuk nyorakin temenku yang pinter main foot ball nih……

Atau kayak aku dan temen-temen gini ya yang disebut chirliders?


Waktu siang, mami ajak aku ke kantor polisi ambil berkas SIM nya papi. Tiba- tiba aja aku nggak pengen pergi. Aku bilang kalau mau di rumah aja. Mami sempet kaget karena biasanya aku selalu nggak mau kalau di rumah sendirian. Kalau mami arisan sih aku emang maunya di rumah, tapi kalau mami ke tempat- tempat yang lebih jauh, aku milih ikut, Tapi siang ini aku males pergi.


Akhirnya mami pergi. Aku bebas deh di rumah, sendirian. Lagi enak- enaknya sendirian, tau- tau aku koq agak sedikit takut. Apalagi saat itu hujan deras lalu aku cepet –cepet ambil senter padahal, pada waktu itu kan masih siang….. Cepet- cepet aku telepon hp nya mami, “Mami, di tivi ada Aming di acara Yo Wiss. Aku kan takut kalo ada apa-apa, jadi aku nonton tivi aja ya sambil nungguin mami pulang?” Mamiku jawab begini, “Ya, boleh. Ini mami udah mau sampe rumah koq.”


Tapi sebentar lagi kok lamaya…….. ya udah sabar dulu dehh……… Sesaat kemudian egh akhirnya mami pulang juga deh….. Aku langsung berpelukan sama mami….

Aku seneng deh karena sudah sekian lamanya aku menunggu di rumah sendirian.


Sorenya mami ngajak aku lagi ke rumah temennya. Sebenernya aku bisa maen sama Lisa, anaknya tante Febi. Tapi lagi-lagi aku males, jadi aku diem-diem aja di rumah sambil nonton tivi. Kali ini mami pesen supaya nggak usah jawab telepon atau bukain pintu kalo ada orang datang. Tapi mamy laamaa sekali, jadi aku mulai ngerasa kesepian. Pas lagi nonton, tau-tau mami pulang. Terus mami langsung cerita bahwa tadi mami sampe nyasar ke jalan- jalan desa lho…., abis mami lupa jalan ke rumah temennya itu. Katanya keluar-keluar di jl kaliurang dehhh.


Upss sampe keceplosan ngomongnya …..

Saking seneng nya !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Thursday, April 10, 2008

Bantu Mami

Pernah nih pas aku lagi baca-baca di depan pintu, mami me-mintaku bantuin ngelap teralis rumah. Tumben- tumbenan aku mau, biasanya sih ngeyel mau ngerjain yang laen dulu. Mungkin karena guruku bilang alangkah bagusnya kalo di rumah ada kerja bakti membersihkan rumah.

Terus mami nyaranin aku ambil ember kecil dan lap. Tapi aku males. Jadi lapnya aku basahin di wastafel terus aku lap teralis. Pintu depan juga dilap. Karena badanku masih pendek, jadi aku make kursi tambahan.

Begini nih kalo lagi bantu mami.


Sunday, February 17, 2008

Kostumku



Ini kostumku saat pawai...

Tuesday, February 12, 2008

Foto pawai lagi



Jessie dan temannya, Anggita.

Sunday, February 10, 2008

Jessie Ikut Pawai Imlek



Jessie ikutan kirab/pawai kesenian bersama grup narinya di sanggar Didik Ninik Thowok dalam rangka Pekan Budaya Tionghoa (7-11 Feb), menyambut Tahun Baru Imlek 2559, di Yogyakarta, Sabtu 9/2. Mas Didik Ninik Thowok turut turun ke jalanan menari-nari, untuk menyemangati murid-muridnya.

Pawai diikuti oleh kelompok reog, putri waria, moge, dan beberapa kelompok barongsai-liong, termasuk barongsai dri Yon Armed-Kostrad. Parade dimulai dari Taman Parkir Abubakar Ali menyusuri jalan Malioboro hingga ke jalan Ketandan, tempat pusat berlangsungnya Pekan Budaya Tionghoa. Selain panggung pertunjukkan, suasana Ketandan dibuat menyerupai Pasar Semawis di Semarang.

Saturday, November 17, 2007

Masak Sama-sama

Udah dari dua minggu lalu Aiai mau maen ke rumahku. Kan dia sempetnya hari Sabtu aja, padahal kalo Sabtu kadang-kadang dia ke Solo. Jadi aku sama Aiai janjian hari ini.


Akhirnya tiba juga waktunya. Aiai dating sama Matthew adenya. Aku pas belum mandi, lagi. Aku minta tolong mamiku supaya ngebukain pintu dan nemenin mereka dulu. Aku mandi aja cepet-cepet. Abis itu aku maen game computer Barney sama Aiai dan Matthew.


Tiba-tiba mamiku ngajak aku dan Aiai masak! Benernya sih ini idamanku masak martabak mi dengan resep seperti yang ada di buku pelajaran bahasa Jawa. Ternyata mamiku udah minta tolong pembantuku nyacahin wortelnya. Aku dapet satu talenan dan satu pisau. Aiai juga dapet satu talenan dan satu pisau. Mami ngajarin kami berdua motong-motong daun bawang dan seledri. Abis itu aku ambil 2 buah telur. Aku pecahin di atas baskom. Terus wortel, daun bawang dan seledrinya dimasukin ke kocokan telur. Aku ngocok telur barengan sama Aiai. Terus mamiku ngerebus mi ayam bawang. Sambil nungguin rebusan mi, mamiku nyemplungin bumbu mi dan minyaknya ke dalam kocokan telur. Waktu masak, aku cuman ngeliatin mamiku aja, soalnya pake api, takut kena api tanganku nantinya.

Akhirnya martabak mi nya jadi. Untung udah jadi, karena mami papinya Aiai jemput. Aiai bawa pulang beberapa potong. Katanya enak.

Seneng deh aku hari ini, soalnya bisa main sama Aiai dan akhirnya jadi juga masak martabak mi kayak di buku itu. Aku mau bawain ah buat guruku, hari Senin nanti.

Thursday, November 01, 2007

Honor Pertama

Kemarin aku udah was-was aja, soalnya ujannya gede banget. Mami bilang kalo ujannya gede nggak usah les nari, padahal aku pengen nari. Aku iyain aja waktu mami bilang begitu. Sampe rumah aku langsung ganti baju dan bobo.

Lagi enak-enaknya bobo, Mami bangunin aku, “Jess, ujannya brenti tuh. Mau les tari nggak?” Langsung aku bangun dang anti baju untuk pergi menari.

Ternyata aku kepagian. Baru ada 3 temen nariku. Tiba-tiba Mbak Cem bilang gini, “Jessie nanti kalo mau pulang pamit aku lho. Kemaren abis pentas nggak pamit thoo..” Aku ngangguk aja. Tapi nggak lama kemudian aku terus diajak turun, ke meja tempat absensi. Eh, aku dikasih amplop kecil, ada tulisan namaku di sana, katanya buat nari kemaren. Aku dipesenin supaya ati-ati karena itu isinya uang. Wah seneng banget. Langsung aku berlari-lari ke Mami, “Mam, aku dikasih ini nih sama Mbak Cem. Aku liat isinya Rp 5.000.” Sama Mami amplopnya langsung dimasukin ke tasnya. Supaya nggak ilang, katanya.

Waktu Papi pulang, aku certain kalo aku dikasih amplop tadi. Terus aku bilang isinya Rp 5.000. Papi nyaranin supaya aku buka amplopnya yang betul. Ternyata…., isinya Rp 25.000! Banyak banget, sampe aku bilang sama Mami ini aku mau tabung. Papi bilang ini honor pertama sebagai penari. Wah, senangnya hatiku!

Friday, June 22, 2007

Naik Flying Fox


Belum lama ini di Indogrosir ada acara dari Sustagen. Mulanya aku bingung koq ada papan tinggi banget di dekat rak-rak barang. Terus aku dideketin kakak besar, dia nawarin aku minum susu Sustagen. Tentu aja aku mau, soalnya itu kan susu yang aku minum setiap hari. Tiba-tiba mami telepon ema di Kediri mau beli Sustagen nggak, soalnya ada jumping ballnya. Ema langsung beli 4 kaleng! Katanya jumping ballnya buat Dhieka dan Deo, mereka itu sepupuku, tapi susunya buat aku karena mereka minumnya susu promis.

Karena beli 4 kaleng, aku boleh bermain. Mulanya aku ngeri, abis tinggi sih terus meluncur turun. Emang sih, diiket pake tali, tapi aku kan belum pernah? Mami bujukin aku supaya mau nyoba, tapi aku takut. Terus mami ajak aku jalan-jalan dulu, liat barang. Tapi jujurnya sih aku penasaran pengen maen itu. Akhirnya aku rundingan sama papi, papi mau anterin aku ke tangga sebelum manjat ke atas. Tanganku dingin semua, hiii....

Mami kaget waktu tau aku mau nyoba. Masak kata mami, dia maen beginian tuh umur 16 taon. Aku baru 6 taon udah nyoba-nyoba, apa nggak hebat? Begitu mami mompain semangatku. Akhirnya tiba giliranku, aku naek pelan-pelan. Waktu liat ke bawah dan siap meluncur aku rasanya jauh bener. Tapi begtu meluncur..., aku seneng sekali! Siuut..., begitu kira-kira bunyinya tali yang iket aku. Kata mami, itu namanya tali nyawa, hah???

Ketagihan deh aku. Besoknya aku bermain lagi. Nggak disangka koko Yoyo dateng. Terus aku maen betiga sama Yesaya, adenya koko Yoyo. Wah seru deh pokoknya. Aku jadi punya pengalaman baru, ngegantung-gantung kayak gitu. Setelah main flying fox, aku nyoba manjat tebing. Pertamanya berat juga nek begitu, tapi ini juga bikin aku ketagihan. Jadi Sabtu Minggu itu aku punya dua pengalaman baru deh...............

Sunday, May 13, 2007

Akhirnya Juaraaa....


Udah lama aku pengen juara, terus dapet piala. Waktu ibu guruku bilang ada lomba fashion di perayaan hari Kartini, aku langsung aja daftar ikut yang lomba fashion. Padahal mami papiku maunya aku ikut lomba mendongeng. Tapi aku nggak mau. Aku kan senengnya ikut lomba fashion. Akhirnya mami menyetujui dan kita nyewa baju kebaya lengkap sama kondenya dari sanggar tariku. Aku seneng kebayaku warna hijau terang, ada benang-benang emasnya.

Rasanya deg-degan terus sebelum giliranku tiba. Aku dapet undian nomor 12. Mana lagunya cepet banget dan iramanya modern. Padahal aku latihan sama guruku pake gamelan. Mami tanya mau jalan pake lagu Ibu Kita Kartini apa pake gamelan. Aku minta pake lagu gamelan, yang sama dengan lagu pas aku latihan sama Mas Hardi.

Lalu aku dipanggil bersama 4 orang lainnya, no undian 9-13. Waktu mau jalan temenku yang no 13 nyuruh-nyuruh aku cepetan jalan, padahal belum waktunya. Aku jadi tambah deg-degan. Pas aku jalan, aku dengar suara tepukan di aula. Kata mami, aku yang pertama pakai iringan gamelan, jadi pada tepuk tangan. Sebenarnya aku ingin cepat selesai jalannya di atas panggung, tapi aku ingat kata-kata guruku supaya aku tetap tenang dan jangan lupa senyum. Walau deg-degan aku jalan terus sambil tak lupa hormat ke tiga juri yang menilai.

Setelah selesai aku langsung minta mami belikan aku minum dan makan mie. Terus nunggu pengumuman. Aku berdoa terus supaya bisa juara. Aku pengiiii...n sekali dapet juara. Dan aku minta jadi juara 1.

Akhirnya, waktu pengumuman, aku juaraa......1, persis seperti yang aku minta. Kepala sekolah yang ngasih pialanya ke aku. Wah, bener-bener deh aku dapat piala. Terima kasih ya mami, karena udah nyariin aku guru yang bagus. Terima kasih juga buat Tuhan Yesus yang udah mengabulkan doaku.


Cat: momentnya udah lewat jauh, tapi baru bisa diposting sekarang karena mamiku lagi repot bin pot bin pot!

Wednesday, April 04, 2007

Bisa Nek Sepeda Roda Dua

Begitu papiku pulang, aku bilang gini, “Papiii..., ada dua peristiwa membahagiakan hari ini!” Biasaa..., papiku senyum-senyum sambil masukin motornya, “O ya? Apaan tuh?” tanyanya.

Langsung deh aku cerita, “Pertama, ulangan komputerku dapet 100. Kedua, aku udah bisa naek sepeda roda dua sendiri. Tanya deh ama mami, mami liatin aku tadi.” Terus aku denger papi mamiku ngomongin aku, samar-samar aku denger kalo mami aja terheran-heran karena aku bisa sendiri naek sepedanya.

Kalo aku pikir-pikir juga bingung karena sejak Joan nginep itu, aku jadi pengen bisa naek sepeda. Asyik rasanya naek sepeda, apalagi sama Joan waktu jalan jauh ke tempat fotokopian itu. Jadi aku kepengen bisa naek sepedanya. Takut sih pertamanya. Takut jatoh, kan nanti bisa banyak tuh tempelan hansaplasnya? Emangnya aku kakak Sherina, yang dulu maen film terus suka nempelin hansaplas dimana-mana? Hiii...ngeri. Tapi karena ada Joan, aku jadi ngerasa ada yang nemenin sampe aku bisa. Jadi, aku tetep latihan sepeda waloun waktu itu Joan udah pulang. Waktu mau ngayuh itu aku suka ragu-ragu. Jadi kakiku Cuma aku naekin satu terus yang satu lagi jaga-jaga supaya jangan jato. Terus aku suka bingung netepin kaki mana yang musti ada dulu di pedalnya. Jadi, waktu mamiku liat begitu dia bilang begini, “Ayo Jess, nggak usah bingung kaki mana yang musti naek duluan. Naekin aja kaki yang mana aja ke pedalnya, terus injek sampe muter. Bisa...., pasti bisa...”

Waktu mamiku masuk lagi ke rumah, aku coba pelan-pelan. Eh, nggak taunya bisa! Pertama kayuh cuman dua, terus aku nambahin jadi empat kayuhan. Wah! Aku bisa! Horeee...., aku bisa naek sepeda roda dua!!!!

Friday, March 30, 2007

Menginap

Hari ini temen baikku menginap. Aku senang sekali, soalnya aku sama dia bisa maen bareng yang lamaaa.... sekali. Biasanya kalo dia maen atau aku maen di rumahnya paling-paling dua jam.

Kata mamiku Joan datangnya siang, jadi aku musti bobo siang dulu. Sebenernya sih aku susah tidur, udah kepengen maen aja ama Joan. Bolak-balik aku telepon dia nanyain kapan datengnya. Akhirnya aku ketiduran deh. Tau-tau aku berasa ada orang yang ngeliatin aku, ternyata Joan! Langsung deh aku bangun dan maen.

Aku ama Joan maen goncengan naek sepedaku. Deg-degan juga, soalnya rada jauh ke tempat fotokopi, mau nanya berapa kalo fotokopi buku mewarna, Joan mau punya juga soalnya. Tapi, aku deg-degannya juga karena aku nggak bilang sama mamiku mau ke tukang fotokopian itu. Jauh juga sih, di ujung gang masuk pasar Karangwaru.

Bener aja, begitu pulang aku langsung deh dimarahin mamiku. Dia kuatir aku ama Joan ilang. Dia lagi angkatin jemuran, katanya mau nyariin aku kalo belon dateng juga.

Setelah itu aku bermain Negeri Di Awan sama Joan. Seru deh, apalagi ada peribahasanya yang kadang-kadang kita nggak tau. Abis mandi ikut mamiku urusin pesenan kaos, soalnya mamiku nggak mau ninggalin kami berdua di rumah, bahaya katanya. Jadi deh aku ama Joan ikut terus pulangnya fotokopi buku mewarna tadi.

Lucunya Joan belon pernah liat Tukul, jadi aku minta-minta mamiku supaya aku sama Joan boleh liat acara empat mata itu. Lucu deh Tukul, tapi kayaknya aku sama Joan nggak kuat lagi nahan kantuk. Tidur deh kita bedua. Besok pagi-pagi mau jalan-jalan sama mamiku, ke tukang kue yang banyaaak sekali di jalan besar deket rumah.