Thursday, September 28, 2006

Les Piano

Main piano ternyata susah juga ya? Aku pikir main piano tu gampang, seperti kakak maria (Maria von Trapp –mami) yang pandai bermain gitar.

Mula-mula aku memang hanya diajarkan menekan 1 not, tapi lama-lama jadi satu lagu.

Mula-mula tangan kanan, lama-lama kok tangan kiri juga? Selain itu aku juga diminta belajar not balok

Satu kali aku bolos les pianonya dan aku mengajak mami papiku ke amplaz. Guruku bingung, muridnya ilang.

Tapi minggu ini aku sudah ngeles lagi. Sekarang aku sudah bisa bermain dengan dua tangan loh, juga udah semakin lancar. Buku pianoku juga tambah 1 lagi. Aku sekarang jadi harus sering latihan nih dirumah.

Friday, September 01, 2006

Ulang Tahun

Kali ini ema & engkong tak bisa ke yogya merayakan ultahku, lalu aku &mami yang pergi ke kediri. Kami naik kereta api. Baru kali ini kita naik kereta api tanpa papi. Sesampai di kediri aku sangat senang karena ada Oom andre & tante linda, juga bisa bertemu dengan emak dan engkong. Mereka nih yang foto-foto aku! Kalian dah liat kan foto ku? Ema memesankan kue dan aku memilih hiasan ariel. Ariel itu adalah putri duyung. Aku sangat senang. Waktu kuenya dateng aku langsung meminta tolong kepada mamiku supaya aku dipakein baju londres. Aku mulai mek ap sendiri lalu di foto. Tapi longdresku kena kue, jadi longdres ku dilap sama mami.

Saturday, July 29, 2006

Aku Jadi Ketua Kelas

Kemarin, waktu aku pulang sekolah, Ibu Imelda tiba-tiba bilang, untuk semester satu yang menjadi ketua kelasnya adalah Jessie. Wah, aku jadi kaget, mengapa aku yang dipilih menjadi ketua kelas. Tapi aku senang juga sih karena selama ini aku belum pernah menjadi ketua kelas. Kata Ibu tugasku adalah menjaga teman-temanku yang suka ramai supaya kelasnya jadi nggak ribut.

Menjadi ketua kelas itu susah, harus mengurusi teman yang nakal dan banyak bicara. Aku jadi kepikir harus jadi anak yang pemberani di kelas. Itu tuh... seperti kakak Sherina yang di dalam film.

Setelah pulang sekolah aku bilang ke Mami kalau aku jadi ketua kelas. Mamiku kaget begitu tahu, katanya, “Hah? Jadi Ketua Kelas?” Teman-temanku yang waktu itu ada di dekat aku sama Mami rame-rame bilang begini, “Iya lho Tante, Jessie memang jadi ketua kelas...!”

Kata Mami aku jangan galak-galak kalo jadi ketua kelas, karena nanti tidak disukai sama temen-temen. Aku setuju sama Mamie. Cuman aku susah ngebedain antara jadi pemberani atau galak. Pusing deh....

Sunday, July 16, 2006

Aku Di Hari Minggu

“Waduh,udah telat nih,” begitu kudengar Mami berseru. Lalu cepat-cepat Mami keluar dari kamar, dan aku langsung menyalakan lampu kamar kecil dan segera saja aku pipis. Sehabis pipis, tak lupa aku menyiramnya lalu mematikan lampu kamar mandi.

Setelah itu aku menyalakan lampu ruang tamu dan mematikan lampu depan. Mami udah siap bikin roti unutuk sarapan dan untuk di jalan. Setelah menghabiskan setangkep roti, aku mandi dan memakai baju. Setelah itu langsung dandan dikuncirin sama Mami pake bunga. Waktu mau berangkat aku bertanya kepada Mami, “Mami, aku pake sepatu sandal?” “Ya,” jawab Mami.Langsung saja aku memakai sepatu sendal dan naik ke mobil sambil membawa tas Pooh.Tasku ini lucu karena kepalanya besar tapi badannya kecil. Kenapa ya?

Hari ini Mami dan Papi ikut Perjamuan Kudus di gereja. Setelah selesai lalu kita naik ke mobi, pulang deh.

Sampai di rumah Mami naik ke loteng untuk mengambil sapu kecil dan mengambil pot bunga kecil. Mami mau menyuruhku untuk menanam nanti sore hari.

Setelah turun dari loteng,tiba-tiba Mami menanyakan di mana undangan pernikahan anaknya temannya. Lalu Papi jawab, “ Tidak tau.” Lalu aku juga ikut-ikut bilang, “Mene eke tehe (mana aku tau). Mammmm, undangannya jangan ilang loh, buat nukerin sovenir.”

Jadi, waktu aku bangun tidur siang, Mami nyuapin aku nasi dan telor ceplok. Buat jaga aku supaya nggak kelaparan. Kata Mami, ada upacaranya, jadi makannya nggak tau jam berapa. Ke pesta kali ini aku pake longdress putih. Rambutku diikat ke atas sama dikasih kuncir bola-bola. Terus aku dipakein kalung bulet-bulet yang banyaa...k sekali.

Tuesday, June 20, 2006

Foto-foto Ngamen

Ini foto-foto aku ngamen di depan gedung Agung, tempat Pak SBY bobo kalo ke Jogja...






Sunday, June 18, 2006

Ngamen Pertama Kali

Siang itu mami tiba-tiba mendapat telepon dari sanggar tari. Pengasuhnya,Mbak Cempluk menanyakan kepada mamiku apakah aku boleh ikut ngamen bersama sanggar.
Mamiku tentu saja memperbolehkan asal aku mau. Aku diminta Mbak Cempluk kumpul besok kumpul pk 13.00.

Pada hari yang di tentukan, Sabtu 17 Juni, aku datang ke sanggar jam 13.3. Temanku Joana ikut menemaniku, dari berdandan hingga akhir. Mbak Cem bilang aku nanti nari truno tapi kostum yang ada cuman kostum tari kelinci dan tari kipas mandarin. Jadi aku dipakaikan kostum tari kipas mandarin.

Ternyata waktu sampai di tempat ngamen aku baru tau kalau hasilnya untuk dibagikan ke daerah yang parah terkena gempa. Banyak sekali penontonnya, sampai Jl. Ahmad Yani macet karena orang berhenti menonton pertunjukan tari kami. O iya, ngamennya di trotoar jalan di depan gedung agung. Aku juga membawa caping untuk meminta uang dari para penonton, tapi penonton kira aku miskin padahal itu kan buat korban gempa....

Tiba-tiba Pak Hendrid, pelatih tariku, memintaku menari kipas bersama kakak-kakak besar. Aku juga menari truno bersama teman-teman sekelas tari hari Kamis. Wah, capek deh, tapi aku senang sekali sore ini karena bisa membantu Gareng meminta uang untuk di berikan kepada korban gempa. Aku juga senang karena guru kelasku, Ibu Iin, datang melihatku menari. Ia datang bersama anaknya, Via.

Habis menari, aku makan bakmi sama Joana dan maminya dan mami papiku.

Friday, June 02, 2006

Beli Macam-macam

Dari kemarin aku kepengen beli macam-macam, misalnya beli penghapus yang ada tutup nya dan sebuah pensil kembar, yang satu warnanya kuning dan satu lagi warnanya ungu dan ditutupi dengan tutup yang berbentuk kepala mini mouse. Abis itu aku juga mau beli kertas binder dan penggaris yang bergambar bebek.

Ketika sudah menjelang malam kami pergi bersama-sama ke gramedia mencari barang-barang itu. Akhirnya dapat juga semuanya, tapi mami ku bilang segitu harus di kurangi. Mamiku bicara sambil mengeluarkan jari telunjuk nya, hii...

Langsung aku berpegangan erat-erat kepada semua barang-barang itu dan menggelengkan kepalaku ke arah kanan, lalu langsung saja aku bilang tidak mau. Langsung saja mamiku menjawab harus dikurangi kalau tidak, tidak usah beli apa-apa.
Lalu aku memutuskan untuk tidak usah beli penggaris.

Wednesday, May 03, 2006

Jadwal Pentas Jessie

6 Mei – Pentas tari di Semarang untuk memperingati HUT Kota Semarang bersama Dhidik Ninik Towok.

14 Mei – Lomba tari kreasi baru Depdiknas DIY di Pendopo Taman Siswa, Yogyakarta.

28 Mei – Pentas tari lampion untuk pernikahan di GKKK.

Wednesday, April 19, 2006

Cabut gigi

Tadi siang aku giginya dicabut loh.............. Aku ke dokter inge di jalan magelang di deketnya telkomsel persis di sampingnya. Sebelum dicabut aku sempet ketawa sampai jadi cekekekan. Aku kira cuma diliat giginya ternyata ......dicabut!

Abis itu aku makan es krim dan membelikan papi dan mami es krim. Rasa esku cokelat campur putih, wah rasanya enak banget nih........... menggoda banget nih rasanya. Jadi kepengen lagi........... terus tiba-tiba aku menanyakan apakah aku boleh minta es krimnya mami. Kira-kira boleh nggak ya............... lalu mami menjawab:

“Boleh kok, Jes. Jessie mau nggak semuanya?”

“Mau....mau....!” jawabku.

Lalu mami memberikan es krim itu. ternyata rasanya tidak enak yah. Aku merasa kedinginan setelah makan es krim, walaupun gigiku terasa lebih enak.

Aku lelah sekali, setelah minum susu, aku langsung tidur siang.

Saturday, April 15, 2006

Sekolah Lagi




Kemaren aku libur paskah 1 minggu. Sebenarnya aku mau bersenang-senang, eee malah sakit panas jadinya aku di rumah saja bersama papi dan mami. Aku tidak bisa ngapa-ngapain, cuma berbaring-baring di sofa sambil menonton tv. Aku bosan sebenarnya, tapi mau gimana lagi?

Hari ini badanku sudah mulai sehat tapi kalau malam panas lagi. Kata engkongku aku radang tenggorokan, makanya panasku naik dan turun.

Besok aku sekolah lagi, sekarang aku mau belajar bentuk indah bikin kotak tv yang ada gambar gunungnya.

Sudah duluya.....
Tamat deh.......

Friday, April 14, 2006

Membeli Baju Tidur

Waktu tanggal 25 Maret, aku berjalan-jalan membeli baju bersama Tante Ita. Aku membeli baju tidur yang berwarna pink, dan ada gambar bear dan juga ada gambar bunga-bunga. Tapi aku sangat kagum mengapa celananya cepat sekali robek, padahal aku sudah memilih yang untuk anak berumur 10 tahun. Dan aku juga membeli bolu kukus yang berwarna hijau. Sebenarnya aku tidak suka yang warna hijau karena aku belum terbiasa memakan yang warna hijau. Aku hanya terbiasa memakan bolu kukus yang berwarna pink, karena di sekolahku hanya ada bolu kukus warna pink. Kamu mau tau nggak kenapa aku membeli bolu kukus yang berwarna hijau? Karena yang paling enak adalah yang warna hijau.

Lalu, aku masih mengantarkan Tante Ita berjalan-jalan bersama Mami. Tiba-tiba Tante Ita melihat sebuah obeng, lalu dia berkata kepada Mami, “Ian, ini ada obeng.” Obeng itu berwarna merah setrip-setrip putih. Dan akhirnya Tante Ita membeli dua obeng, yang satu berwarna merah setrip-setrip putih dan yang satunya berwarna hijau setrip-setrip putih. Aku tidak tahu mengapa Tante Ita membeli obeng yang kecil, tapi aku diam saja. Lalu kita berjalan lagi. Akhirnya kita sampai di bagian baju. Juga ada celana dalam orang dewasa, misalnya untuk orang sebesar Tante Ita, Mami, Tante Susan atau Tante Linda.

Lalu kita sampai di kasir. Aku turun dari kereta dan melihat topi seperti punya anak ABG, lalu aku mencari sebuah kotak Kitkat. Akhirnya ketemu, kalau nggak salah di kasir nomor 7. Lalu pengantrian itu di kasir no 6 dan di kasir no 5. Jadi terpaksanya aku mesti muter ke bagian barang-barang dulu dan mencari kasir no 4. Lalu aku naik ke kereta lagi, sendalku dicopot. Begitu pengantriannya maju, giliran kereta kita yang di depan kasir. Lalu Tante Ita berkata kepadaku kalau aku ada barcodenya, terus aku bersikap seperti anak ABG. Mau tahu nggak apa yang aku katakan kepada Tante Ita? Mau.........

Aku mulai sekarang ya.... “Ah Tante Ita, masak aku ada barcodenya.... (sambil mulutnya manyun-manyun—koment Mami)” Lalu Mbak Kasir itu tertawa, “Bener juga ya Dik. Tapi Adik mau dikasih barcode nggak?” “Ah, ya nggak dong Mbak. Masak manusia dikasih barcode? Emangnya Mbak mau gantian jadi anaknya Ibu Mariani, terus aku yang kasih barcode ke Mbak?” “Nggak ah, nggak ah Dik,” jawab Mbak Kasir sambil senyum-senyum. “Tapi Mbak jangan bilang kayak gitu lagi ya. Janji ya?” “Iya Dik,” kata Mbak Kasir itu.

Selesai deh perjalananku membeli baju tidur dan bolu kukus, lalu aku makan di mobil.

Tuesday, April 11, 2006

Bermain

Di lingkungan rumah aku punya teman, namanya Yuyun. Kalau sore tiba, dan aku tidak les, biasanya kami bermain. Kalau udara cerah, kami bermain petak umpet. Tapi kalau mendung, kami mewarna di rumahnya Yuyun. Oya, rumahnya Yuyun hanya dua rumah jauhnya dari rumahku.

Hari ini mamiku lagi beres2 garasi. Terus aku menanyakan apakah nanti sore aku boleh bermain bersama Yuyun. Aku harap-harap cemas...ternyata boleh juga ya......

Tak sabar aku menanti sore hari. Moga-moga juga nggak hujan, biar aku bisa main sepuas hati.

Thursday, April 06, 2006

Foto2 Saat Mentas


Halo, aku bebek... kamu siapa?


Ini nih, pantat seksi bebek


Kalo bebek lagi ngerumpi


Foto2 Sebelom Pentas

Kamis, 6 April 2006 bertempat di Panggung Kesenian alun-alun utara Kraton, di tengah2 arena “Pasar Rakyat” Sekaten, Jessie mentas bersama teman2nya dari sanggar tari yang diasuh Didik Nini Thowok. Tarian yang dibawakan Jessie adalah tarian Kwek-kwek. Ini foto2 sebelom pentas.


Foto dulu ah bareng teman2 (Kok berdiri tegap sih?)


Lagi nunjukin pantat bebeknya yang egal-egol


Penonton di depan panggung (wuihhh, sekitar 500 ribu orang ya? hihihi...)

Sunday, April 02, 2006

Manggung di Sekaten

Halo, Jessie mau manggung di Sekaten nih.
Jadualnya Kamis, 6 April 2006
di Panggung Terbuka Sekaten,
di alun2 Kraton (bahasa kerennya:
Royal Town Square :))

Bersama teman-teman di
sanggar tari
Natya Lakshita (Didik Nini Thowok),
Jessie akan nari tarian Kwek-kwek.
Doain latihan Jessie ya...

Monday, March 27, 2006

Jessie Juara III

Reported by Mamie

Minggu lalu Gramedia menyelenggarakan supersale majalah. Kami bertiga pergi ke sana. Lalu Jessie mendapat brosur lomba kolase Ori. Aku digeret-geret untuk mendaftarkannya ikut lomba. Aku setengahnya ogah, karena takut mengecewakan anakku itu nantinya. Setelah mendaftar, berulang kali Jessie berkata begini, “Mom, semoga kali ini aku dapet piala ya?” Aku pun hanya bisa mengangguk.

Teringat aku peristiwa sekitar dua tahun lalu. Waktu itu Jessie ikut lomba bercerita. Memang umurnya baru 3 tahun lebih. Dari 12 peserta, yang cerita dengan benar hanya dia dan satu anak lagi berusia satu tahun di atasnya. Yang dipilih temannya itu. Jessie kecewa luar biasa, sampe nangis dan minta dibelikan piala. Sia-sialah aku yang berhari-hari sebelumnya mengindoktrinasi dia supaya menganggap lomba itu hanya kesempatan belajar. Sejak itu aku menariknya dari dunia lomba. Kelak kalau sudah lebih besar, mungkin jiwa kompetisinya lebih ‘jinak’.

Ternyata nggak. Setiap dia baca ada lomba, apalagi yang berhadiah piala, pasti ingin ikut. Aku baru memperbolehkan lagi tahun ini. Januari kemarin Jessie ikut lomba gambar. Itu sih pesertanya ratusan, dan dia tahu lomba itu hanya untuk menguji sampai di mana kebisaannya menggambar setelah 3 bulan ikut les menggambar. Lomba kedua ya di Gramedia majalah itu.

Sebenarnya Jessie pengin dianter papinya, tapi papinya begadang sampai jam 3 pagi, jadi nggak kuat suruh nemenin ikut lomba. Akhirnya kami berangkat lomba, sesudah aku berpesan supaya menganggap lomba ini hanya untuk bersenang-senang di hari Minggu. Kalah menang itu urusan belakang. Meja gambarnya juga dibawa, kayak orang mau maju perang. Sampai di sana ternyata juga ada temannya yang dari TK Kalam Kudus, walaupun anak TK A. Dia merasa at home karena bertemu dengan orang-orang yang dikenalnya.

Begitu lomba dimulai, aku tak hentinya-hentinya berdoa supaya keinginan Jessie mendapat piala terkabul. Lha! Itu kan keinginan yang tak bisa dipenuhi orangtuanya, bagaimana pun kerasnya upaya. Wong piala itu bukti penghargaan atas hasil karyanya, je!

Lomba pun berjalan lancar. Dia menempel dengan hati-hati, cenderung agak lambat. Aku yang deg-degan karena waktu berjalan terus. Apalagi diiringi lagu Heli, Pelangi... udah deh dia menempel sambil bernyanyi. Kadang-kadang termenung, sambil melihat-lihat sekelilingnya. Yang lain sudah selesai, tinggal Jessie. Tepat dua menit sebelum waktu berakhir, kolasenya selesai. Aku langsung lega.

Sambil menunggu pengumuman ada dongeng tentang Ori si lebah itu. Jessie memperhatikan sambil makan dan minum. Rupanya energinya terkuras! Ha...ha...ha...

Pas pengumuman, aku lihat Jessie deg-degan. Harapan 3.... lewat. Harapan 2.... lewat. Harapan 1... lewat. Juara 3... namanya disebut, tapi panitia menyebutnya dari sekolah Kanisius Kudus. Wah, salah nggak ya? Aku langsung maju sebelum Jessie sampai di panggung untuk memastikan berita itu. Ternyata, memang benar Jessie tetapi panitia salah menyebutan nama sekolahnya. Wah, dia senang sekali. Aku langsung sms papinya mengabarkan berita gembira itu.

Papinya kirim sms, bunyinya, “Wah... tercapai juga dong obsesinya. Cun dari papi.” He... he... he...

Sunday, March 19, 2006

Jessie di negeri Belanda


Pada suatu hari, seorang tante “mengajak” Jessie ke negeri Belanda.

Papi n Mami Cuma aku bawain oleh2 foto saat di sana. Ayo, ngiri nggak?

Coba liat tampangku... sudah seperti anak besar ya, padahal sebenarnya Jessie masih imut, kiut, en maniez alami.

Ga percaya?

Ntar deh, bulan depan Jessie akan dibawain kamera digital ama tante yang bos Ion di Jakarta.

Jadi... kakak, dedek, oma-opa, oom, tante n mbak2 bisa liat tampang Jessie sebage orang biasa, bukan celeb.

Hehehehe.....

Thursday, March 16, 2006

Putri Salju

Pada suatu hari ada sebuah pondok yang terbuat dari bambu. Pada hari minggu ada gadis yang cantik. Dia mau dibuang oleh perajurit atau maminya Putri Salju dan kata maminya Putri Salju…

Catatan papie:
Ayo Jes, dilanjut... kok sekarang jadi males ngeBlog sih?

Saturday, March 11, 2006

Jadwal Pentas bulan Maret

19 Maret 2006
Terpilih menjadi Dirigen untuk Paduan Suara Anak2 TK untuk pentas di Gereja Kristen Kalam Kudus

29 Maret 2006
Nari lampion di Museum Diponegoro dalam acara Porseni TK se-Yogya.